0852-2423-3315
chuexaza15@gmail.com
Majalengka, Jawa Barat, INA
blog-img
05/10/2021

Pemanfaatan Sampah Rumah Tangga sebagai Kompos

Acu Samsudin | Artikel Pertanian

Oleh : SRI NULIANTI

GURU PRODUKTIF ATPH

SMKN 1 MAJA

 

Sampah merupakan bahan padat buangan dari kegiatan rumah tangga, pasar, perkantoran, rumah penginapan, hotel, rumah makan, industri, puingan bahan bangunan dan besibesi tua bekas kendaraan bermotor. Sampah merupakan hasil sampingan dari aktivitas manusia yang sudah terpakai. Sampah dapat bersumber dari berbagai aktivitas seperti rumah tangga, sampah pertanian, sampah sisa bangunan, sampah dari perdagangan dan perkantoran, serta sampah dari industri. Sampah yang paling banyak dihasilkan berasal dari sampah rumah tangga. Hampir setiap kegiatan rumah tangga selalu menghasilkan sampah. Misalnya ibu memasak, ia menyisakan potongan sayuran yang tida ikut dimasak. Ini merupakan material sisa yang dipandang sebagai barang yang tidak berguna lagi sehingga cepat-cepat disingkirkan dari dapur atau tempat tinggal. Sampah itu dibuang di tempat sampah, di sungai, atau di lahan kosong.

Sampah dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu :

  1. Sampah organik atau basah

Sampah basah adalah sampah yang berasal dari makhluk hidup, seperti daun-daunan, sampah dapur, sampah restoran, sisa sayuran, sisa buah. Sampah jenis ini dapat terdegradasi (membususk atau hancur) secara alami.

  1. Sampah anorganik atau kering

Sampah kering adalah sampah yang tidak dapat terdegradasi secara alami. Contohnya : logam, besi, kaleng, plastik, karet, botol, kaca.

  1. Sampah berbahaya

Sampah jenis ini berbahaya bagi manusia. Contohnya : baterai, jarum suntik bekas, limbah racun kimia, limbah nuklir. Sampah jenis ini memerlukan penanganan khusus.

Jenis sampah yang dikelola terdiri atas :

  1. Sampah rumah tangga

Sampah yang berasal dari kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga, tidak termasuk tinja dan sampah spesifik.

  1. Sampah sejenis sampah rumah tangga

Sampah yang berasal dari kawasan komersial, kawasan industri, kawasan khusus, fasilitas sosial, fasilitas umum, dan atau fasilitas lainnya.

  1. Sampah spesifik

Sampah yang mengandung B3, limbah B3, sampah yang timbul akibat bencana, puing bongkaran bangunan, sampah yang secara teknologi belum dapat diolah dan atau sampah yang timbul secara tidak periodik.

Pengelolaan sampah akan efektif bila dilakukan sedekat mungkin dengan sumber penghasil sampah. Dengan akata lain, pengelolaan sampah harus dilakukan di rumah tangga dengan seluruh anggota keluarga sebagai unit terdepan. Bila hal itu dapat terwujud, masalah sampah akan terarasi dengan baik.  Sampah tak selamanya merupakan bahan sisa yang tak berguna lagi, misalnya sampah organik. Sampah organik merupakan material yng berasal dari makhluk hidup yang bisa didaur ulang dengan cara pengomposan.

Kompos adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembap, dan aerobik atau anaerobik. Mendaur ulang limbah perkotaan dari sampah rumah tangga menjadi kompos (pupuk organik) penting untuk mengurangi dampak pencemaran oleh adanya sampah.

 

Cara Membuat Pupuk Kompos dari Sampah Rumah Tangga

Pengelolaan sampah rumah tangga juga dapat dilakukan secara individu maupun kelompok masyarakat. Melalui pengelolaan sampah rumah tangga menjadi lebih bermanfaat dan membantu mengurangi volume sampah kota serta mengurangi beban pengelolaannya. Tahap-tahap proses pengomposan sampah rumah tangga sebagai berikut :

  1. Menimbang pupuk kandang sebanyak 30 kg kemudian disiramkan ke bahan sampah sebanyak 280-300 kg/4-5 gerobak sampah; Menimbang dedak sebanyak 5 kg kemudian disiramkan ke bahan sampah sebanyak 280-300 kg/4-5 gerobak sampah;
  2. Mencampurkan tetes sebanyak 1 liter dan melarutkan Aktivator/Dekomposer EM-4 sebanyak 400 ml atau Promi sebanyak 300 gram ke dalam 6 liter air bersih, diaduk sampai rata, disiramkan pada sampah yang sudah dipilah dengan kapasitas 280-300 kg/4-5 gerobak sampah;
  3. Pencetakan, sampah diaduk sampai rata baru dicetak pada pencetak yang telah disediakan sesuai kebutuhan (ukuran cetakan ± 180 x 120 x 60 cm), kemudian diinjak - injak;
  4. Selanjutnya diberi pipa PVC atau bambu, dan diberi lubang sebagai rongga udara;
  5. Pengukuran suhu dilakukan setiap hari dengan menggunakan thermometer alkohol selama ± 1-2 menit yang ditancapkan pada sampah yang telah dicetak dengan suhu sesuai ketentuan, hari ke -3 pertama ukuran suhu (<50° C) tumpukan dibalik dan disiram, hari ke-6 ukuran suhu (< 50°C) tumpukan dibalik dan disiram, hari ke-9 kuran suhu (< 50°C) tumpukan dibalik dan disiram, hari ke-13 masuk pematangan kompos ukuran suhu (<50°C) tumpukan dibalik dan disiram, hari ke-16 masuk pematangan kompos ukuran suhu (<50°C) tumpukan dibalik, hari ke-19 masuk pematangan kompos ukuran suhu (<50°C) tumpukan dibalik. Proses pematangan sesuai pelaksanaan di lapangan yaitu 22-28 hari atau sebagai lanjutan pelaksanaan proses pelapukan dan pematangan lanjutan dengan ukuran suhu (<50°C/55°C), dibalik tanpa disiram;
  6. Hari ke-21 sampai hari ke-28 pendinginan dilanjutkan dengan penghamparan sampai pupuk benar-benar kering;
  7. Setelah sampah kering dilanjutkan dengan pengayakan untuk menghasilkan kompos halus;
  8. Pengemasan dalam kantong plastik.

 

Ciri-Ciri Kompos Yang baik

Pupuk kompos yang siap dipakai sekaligus berkualitas baik memiliki ciri-ciri khusus. Berikut adalah ciri-ciri pupuk kompos yang memiliki kualitas baik:

  1. Berwarna cokelat tua hingga hitam mirip dengan warna tanah
  2. Tidak larut dalam air meski sebagian kompos dapat membentuk suspensi atau tidak mudah mengendap.
  3. Mempunyai dampak positif pada tanah dan tanaman apabila digunakan sebagai pupuk.
  4. Suhunya sama dengan suhu lingkungan
  5. Remah dan mudah hancur
  6. Tidak berbau

 

 Manfaat kompos dari sampah Rumah Tangga

Pengelolaan sampah organik rumah tangga menjadi kompos secara tidak langsung dapat memicu berkembangnya pertanian organik di pekarangan rumah. Kompos yang dihasilkan rumah tangga dapat digunakan untuk memupuk tanaman hias, sayuran dan buah-buahan dipekarangan rumah atau pot.

 

 

Daftar Pustaka

Badang Litbang Pertanian. 2011. Pupuk Organik dari Limbah Organik Sampah rumah Tangga. Agroinovasi. Sinar Tani. Edisi 3-9 Agustus 2011 no.3417 Tahun XLI. Sumber :https://www.litbang.pertanian.go.id/download/184/file/Pupuk-Organik-dari-Limbah.pdf

Kaleka, Norbertus. 2010. Kompos dari Sampah Keluarga. Surakarta. Delta Media.

Sahwan, Firman L., Sri Wahyono, Feddy Suryanto. 2011. Kualitas Kompos Sampah Rumah Tangga yang dibuat dengan Menggunakan Kompoter aerobik. Jakarta.  J. Tek. Ling. Vol 12. No 3 Hal 233-240

Wikipedia. 2014. Kompos. Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Kompos

Bagikan Ke:

Populer