0852-2423-3315
chuexaza15@gmail.com
Majalengka, Jawa Barat, INA
blog-img
30/09/2021

Limbah Tahu Yang Kaya Akan Manfaat

Acu Samsudin | Artikel Pertanian

Oleh : Hendi Sholahudin Amri , S.TP

Staff Pengajar Program Keahlian ATPH SMK Negeri 1 Maja

 

Pengelolaan limbah dalam industri pembuatan tahu merupakan salah satu dari contoh teknik pengelolaan limbah secara Waste to Product yaitu menggunakan kembali limbah hasil pabrik tahu sebagai bahan baku produk baru yang memiliki nilai tambah. Limbah merupakan zat sisa atau bahan yang dihasilkan dari proses pembuatan produk dari suatu industri yang kurang memiliki nilai guna. Limbah biasanya dibuang begitu saja, tanpa mengetahui bahwa limbah tersebut mencemari lingkungan atau tidak bahkan sebagian besar dari mereka tidak mengetahui bahwa limbah tersebut berguna jika diolah lagi untuk dijadikan sebuah produk baru. Contoh limbah yang sering kita jumpai adalah limbah industri tahu.

Limbah industri tahu adalah limbah yang dihasilkan dalam proses pembuatan tahu maupun pada saat pencucian kedelai. Limbah yang dihasilkan berupa limbah padat dan cair. Limbah padat belum dirasakan dampaknya terhadap lingkungan karena dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak dan pupuk organik, tetapi limbah cair akan mengakibatkan bau busuk dan bila dibuang langsung ke sungai akan menyebabkan tercemarnya sungai.

Dalam proses pembuatan tahu menghasilkan dua jenis limbah, yaitu limbah padat dan limbah cair. Limbah padat atau yang sering kita sebut ampas tahu dapat diolah kembali menjadi tempe gembus, oncom atau dapat pula dimanfaatkan sebagai pakan ternak, seperti ayam, bebek, sapi, kambing dan sebagainya. 

Konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) menjadi sebuah tatanan yang memiliki keterkaitan antara proses satu dengan lainnya. Pengolahan Limbah terpadu saat ini cenderung mengarah pada sebuah pengolahan yang bisa menghasilkan sebuah benefit finansial yang menguntungkan untuk semua pihak. Prinsip terpadu dalam pengolahan limbah diterapkan dalam sebuah siklus ekologi industri. Konsep ini berawal dari sistem biologi yang dikenal dengan sebuah ekosistem yang didalamnya terdapat sebuah rantai makanan bagi spesies yang ada di dalamnya.

Upaya penerapan produksi bersih (cleaner production) dengan cara penataan proses produksi yang baik dari mulai tempat proses pencucian, penempatan peralatan yang tepat, penggunaan air yang bersih sehingga limbah padat maupun limbah cair berkurang merupakan salah satu dari upaya pengelolaan limbah yang mengacu pada prinsip 3R yaitu Reduce (upaya pengurangan).

Upaya Reuse (penggunaan kembali) dapat dilakukan dengan memanfaatkan limbah padat ampas tahu sebagai pupuk organik. Produk sampingan pabrik tahu ini apabila telah mengalami fermentasi dapat meningkatkan kualitas pakan dan memacu pertumbuhan tanaman sayuran. Produk sampingan pabrik ampas tahu ini telah digunakan sebagai pakan ikan, sapi bahkan ayam pedaging. Namun karena kandungan air dan serat kasarnya yang tinggi, maka penggunaannya menjadi terbatas dan belum memberikan hasil yang baik. Guna mengatasi tingginya kadar air dan serat kasar pada ampas tahu maka dilakukan fermentasi. Fakta menunjukkan bahwa penggunaan ampas tahu sebagai pupuk organik ini menunjukkan pertumbuhan yang  positif pada tanaman sawi (Brassica juncea), dengan cara menambahkan bahan tanam dengan ampas tahu.

Recycle (mendaur ulang kembali) adalah upaya yang ketiga yang dapat dilakukan dalam pengelolaan limbah yang mengacu pada prinsip 3R. Upaya-upaya yang dapat dilakukan adalah mendaur ulang ampas tahu ini menjadi kecap ampas tahu, oncom, pupuk organik cair dan padat, dan bahan bakar biogas. Limbah padat pembuatan tahu bisa disulap menjadi pupuk organik yang kaya manfaat. Selain harganya murah hasil pertaniannya juga bisa lebih baik. Sebagai pengganti pupuk urea, pupuk organik dari limbah tahu sangat dibutuhkan tanaman.

Konsep pencegahan yang paling awal yaitu meminimalisasi limbah (waste minimalization), pencegahan pencemaran (pollution prevention) dan pengurangan pemakaian bahan beracun yang dihasilkan oleh industri tahu yang kesemuanya terfokus pada kata kunci dampak lingkungan, limbah berbahaya, bahan-bahan beracun dan pencemaran. Konsep pencegahan yang baru yaitu berdasarkan sasaran pada pengurangan dampak lingkungan melalui siklus daur hidup produk (life cycle analysis), dengan fokus pada desain produk ramah lingkungan (design for environment) atau pada pendekatan baru berdasarkan nilai tambah yaitu eco-efficiency. Eco-efficiency dan Produksi Bersih merupakan konsep yang saling melengkapi. Eco-efficiency lebih ditujukan pada strategi bisnis efisien yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sedangkan produksi bersih pada sisi operasional atau produksi dengan pencegahan dan pengurangan limbah yang berdampak positif pada peningkatan efisiensi dan produktivitas.

Manfaat ampas tahu tidak hanya berguna untuk makanan saja, namun juga dapat dijadikan pupuk. Kesadaran masyarakat untuk mengembangkan tanaman organik semakin tinggi. Hal ini diikuti dengan perkembangan sistem pertanian dan pupuk organik. Ampas tahu sebagai bahan limbah dari proses pengolahan tahu ternyata bisa dimanfaatkan sebagai sumber bahan pupuk organik.

Ampas tahu dalam keadaan segar berkadar air sekitar 84,5 % dari bobotnya. Kadar  air yang tinggi dapat menyebabkan umur simpannya pendek. Ampas tahu basah tidak tahan disimpan dan akan cepat menjadi asam dan busuk selama 2-3 hari,  sehingga ternak tidak menyukai lagi. Ampas tahu kering mengandung air sekitar 10,0-15,5 % sehingga umur simpannya lebih lama dibandingkan dengan ampas tahu segar. Dari hasil analisa limbah tahu padat diketahui bahwa kandungan N (nitrogen) limbah tahu padat sebesar 1,24%. Unsur N sangat penting sebagai komponen utama dalam sintesa protein yang dilakukan oleh sel tumbuhan, sedangkan protein merupakan senyawa yang sangat penting bagi organisme untuk pertumbuhan termasuk sawi.  

Tabel 1. Hasil Analisis Komposisi Unsur Hara Pada Limbah Tahu Padat

No

Parameter

Kedelai

Tahu

Ampas Tahu

1

Nitrogen  (%)

-

-

1,24

2

Air (g)

20

84,4

4,9

3

Protein (g)

30,2

7,8

17,4

4

Lemak (g)

15,6

4,6

5,9

5

Karbohidrat (g)

30,1

1,6

67,5

6

Mineral (g)

4,1

1,2

4,3

7

Kalsium (g)

196

124

19

8

Fosfor (g)

506

63

29

9

Zat besi (mg)

6,9

0,8

4

10

P2O5 (ppm)

-

-

5,54

11

K2O (%)

-

-

1,34

*kadar/100 g bahan

  Sumber : Daftar Analisis Bahan Makanan Fak. Kedokteran UI (2005)

Ampas tahu mengandung beberapa mineral seperti nitrogen, fosfat, dan kalium. Tiga jenis senyawa ini sangat penting untuk menyuburkan tanaman. Ampas tahu bisa dibentuk menjadi pupuk organik cair maupun padat. Senyawa organik yang ditemukan dalam ampas tahu juga lebih banyak sehingga sangat aman untuk dikonsumsi manusia.

Bagikan Ke: