0852-2423-3315
chuexaza15@gmail.com
Majalengka, Jawa Barat, INA
blog-img
30/09/2021

PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK PADI

Acu Samsudin | Artikel Pertanian

PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK PADI

Halo Sobat DLS (Duta Lingkungan Sekolah), gimana nih kabarnya hari ini , semoga sehat selalu ya , tetap semangat melakukan physical distancing dengan dirumah saja karena dengan demikian Sobat DLS sudah penjadi pioner bagi negara kita. Buat mengisi kegiatan Sobat DLS selama dirumah saja , Ibu sebagai pendamping DLS bakalan nemenin kalian sama tulisan - tulisan yang menarik dan tentunya seru banget buat dibaca. Selain dibaca , juga dipraktikkan di rumah yaa Sobat DLS semua.

 

SMK Negeri 1 Susukan telah melaksanakan panen padi musim ke 2 sehingga banyak limbah organic yang dihasilkan dari panen padi tersebut, kebetulan sekali setelah panen bertepatan dengan World Cleanup Day (WCD) sehingga ibu bersama DLS melakukan gerakan yaitu pembuatan kompos organik dengan memanfaatkan  bahan jerami dari hasil panen padi SMK Negeri 1 Susukan.

 

Perlu Sobat DLS ketahui tentang manfaat jerami padi bagi tanaman. Jerami ini memiliki fungsi untuk menambah kadar hara tanah, menyuburkan tanah dan mengurai tanah menjadi gembur, sehingga membuat nutrisi tanah dapat diserap oleh tanaman dengan sempurna, selain itu jerami mudah didapat.  Nah, sobat DLS berikut ini beberapa langkah pembuatan pupuk komos jerami.

 

 

 

Alat dan bahan:

  • Jerami 20 kg
  • Sekam 20 kg
  • Dedak 1 kg
  • Em4 100 ml
  • Gula merah 0,5 kg
  • Air bersih 10 liter

Cara membuat:

  1. Jerami dicincang atau dicacah dengan ukuran kira kira 5—10 cm.
  2. Campurkan jerami yang sudah dicacah tadi dengan sekam dan juga dedak secara merata.
  3. Larutkan gula merah ke dalam air.
  4. Masukkan EM4 ke larutan gula merah tadi.
  5. Pada lapisan pertama, buatlah campuran jerami tersebut dengan ketebalan kurang lebih 10 cm.
  6. Siram dengan larutan gula merah dan EM4 tadi secukupnya.
  7. Pada lapisan kedua, di atasnya silakan siramkan lagi dengan larutan EM4, lakukan tahap selanjutnya seperti ini hingga campuran jerami tadi habis.
  8. Untuk proses fermentasinya, tutup larutan ini dengan menggunakan plastik atau karung goni.
  9. Sekadar catatan, apabila proses fermentasi ini sukses atau berjalan dengan baik, bahan tadi akan terasa hangat apabila disentuh. Apabila suhu terlalu panas, bukalah penutupnya, lalu bolak balik bahan kompos, setelah itu ditutup kembali.
  10. Dalam proses fermentasi ini biasanya membutuhkan waktu selama 6—10 hari kompos jerami ini sudah jadi. Sebelum dipakai, dinginkan dahulu pupuk tersebut. Caranya, cukup diangin-anginkan selama 2—3 hari.

 

Untuk pembuatan kompos jerami ini, sebenarnya jerami tidak harus dicincang. Pencincangan dilakukan untuk mempercepat proses fermentasi. Jika kompos berbau busuk, proses pembuatan kompos gagal. Pengomposan ini berhasil jika jerami tadi berubah warna menjadi cokelat kehitaman dan tidak memiliki bau busuk. Selamat mencoba sobat DLS mudah bukan J

Bagikan Ke:

Populer